Rabu, 15 Januari 2020

Cari Tahu Cara Mengatasi Sindrom Sjogren


Sindrom Sjogren ialah keadaan sistem kekebalan atau imun tubuh penderita yang menyerang kelenjar penghasil cairan contohnya kelenjar air liur atau air mata (autoimun).  Atau penyakit ini dapat disebabkan peradangan kelenjar air mata, air liur, dan zat-zat lainnya. Sindrom Sjogren kemudian dapat dibagi menjadi  primer dan sekunder. Sindrom Sjogren yang primer terjadi apabila penyakit muncul pada penderita tanpa sebelumnya diawali dengan kemunculan penyakit autoimun yang lain. Berbeda dengan sindrom Sjogren sekunder yang muncul saat sebelumnya sudah mengalami penyakit autoimun lainnya, seperti lupus, skleroderma, atau rheumatoid arthritis.

Gejala yang paling umum muncul ialah mata kering dan mulut kering, sindrom ini juga dapat terkait dengan kelainan sistem kekebalan tubuh lainnya, seperti rheumatoid arthritis dan lupus sehingga harus diketahui cara mengatasi sindrom sjogren secara tepat. Pada kasus sindrom Sjogren, membran lendir serta kelenjar sekresi mata yang lembap (lacrimal) dan mulut sebagai daerah yang kali pertama terpengaruh dengan akibat menurunnya jumlah air mata dan air liur. Arthritis, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan otot pun mungkin pula terkena.

Nah, apa saja ya, cara mengatasi sindrom sjogren yang patut teman-teman ketahui baik dengan obat maupun dengan cara rumahan.

1. Hydroxychloroquine.

Hydroxychloroquine yang merupakan obat malaria dapat pula apabila diberikan kepada penderita sindrom Sjogren dalam rangka meringankan gejala penyakit tersebut. Dimana diantara yaitu gejala yang dapat diringankan oleh hydroxychloroquine adalah nyeri sendi serta iritasi mata ringan.

2. Obat Antiinflamasi Nonsteroid. 

Obat antiinflamasi nonsteroid dilansir dalam laman Alodokter merupakan obat yang dapat membantu meringankan gejala sindrom Sjogren, terutama gejala akibat nyeri sendi. Gejala nyeri sendi yang umumnya akibat sindrom Sjogren dapat kamu ringankan gejalanya melalui obat nyeri sendi lainnya.

3.Pilocarpine.  

Pilocarpine dapat diberikan kepada penderita sindrom Sjogren untuk merangsang aktivitas kelenjar ludah sehingga produksi ludah tetap terjaga dengan baik. Produksi ludah yang dapat terjaga dengan baik akan menurunkan pengaruh terhadap membran lendir serta kelenjar sekresi mata yang lembap.

4. Methotrexate.

Methotrexate sebagian besar berpengaruh untuk membantu meringankan gejala sindrom Sjogren dengan sistem kerja untuk menekan sistem imun sehingga gejala sindrom Sjogren dapat berkurang.

5. Obat antijamur.

Gejala mulut kering yang seringkali dialami oleh penderita sindrom sjogren diakibatkan kurangnya produksi ludah. Sehingga mengakibatkan penderita sindrom Sjogren cukup rentan terhadap infeksi jamur di bagian mulut, paling utamanya ialah jamur Candida. Jadi apabila terjadi infeksi jamur pada mulut, dapat diberikan obat antijamur.

6. Rajin minum air

Menurut Gordon Proctor, seorang Professor di bidang Biologi Air Ludah di King's College, London, Inggris mengatakan air ludah adalah zat yang luar biasa yang terdiri atas  99 persen air, tapi khasiatnya jauh lebih daripada itu. Manfaat air putih sebagai cara mengatasi sindrom sjogren diantaranya yang jarang diketahui orang ialah perannya untuk kesehatan gigi dan mulut. Cairan tubuh membantu pembentukan air liur di rongga mulut.

                                          


7. Menjaga kebersihan mulut, terutama dengan menyikat gigi secara rutin.

Rongga mulut ialah salah satu pintu masuk bakteri baik aerob maupun anaerob yang dapat menyebabkan penyakit ke bagian tubuh lainnya. Kemudian dapat menyebar melalui aliran darah, yang disebut dengan bakteremia. Apabila bakteri masuk ke dalam aliran darah hanya sedikit dan tidak membahayakan tubuh. 

Jika kesehatan mulut kamu tidak baik, maka dapat meningkatkan jumlah bakteri yang akan masuk ke dalam aliran darah sebanyak dua hingga sepuluh kali lipat. Sehingga peningkatan peluang terjadinya bakteremia menjadi lebih besar dan menimbulkan berbagai penyakit.

Itulah beberapa hal yang patut kamu ketahui sebagai cara mengatasi sindrom sjogren. Mari berhati-hati, kawan!

0 komentar:

Posting Komentar