Minggu, 15 September 2019

Mengenal Lebih Dekat Tentang Istana Siak


Istana Siak merupakan kediaman resmi dari Sultan Siak yang dihormati oleh masyarakat Riau. Istana yang dikenal sebagai Istana Asserayah Hasyimiah ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan kesultanan Siak.



Di kala masa kemerdekaan Indonesia, sultan siak yang dikenal dengan nama Sultan Syarif Hasyim menunjukkan rasa kebangsaan dan kenegaraan yang tidak semua sultan atau raja mau dan rela melakukannya, yakni memberikan hampir seluruh kekayaan yang dimiliki kepada NKRI.

Tidak demikian dengan Sultan Syarif yang bertemu dengan presiden pertama Indonesia pasca kemerdekaan. Beliau memberikan hampir seluruh kekayaan kesultanan sebagai bentuk peleburan kerajaan yang dimiliki menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Sebuah sikap patriotik dan berjiwa kebangsaan tersebut dimiliki oleh seorang Sultan berwibawa dan cerdas pemilik Istana agung di Riau ini. Istana ini merupakan saksi kemurahan hati sang Sultan. Sejarah singkat istana ini diulas secara ringkas di bawah ini.

Sejarah Istana Siak Sri Inderapura

Istana ini memiliki gaya aksitektur yang menggabungkan Islam, Melayu, serta sentuhan Eropa. Dibangun pada akhir tahun 1889, istana peninggalan sang Sultan ini selesai pada tahun 1893. Istana ini berdiri di atas tanah seluas 32.000 meter persegi. Lokasi Istana Siak berada di kabupaten Siak.

Di dalam kompleks istana yang luas ini terdapat 4 buah istana yang di antara lain adalah Istana Padjang, Istana Lima, dan Istana Baroe. Luas dari istana yang didiami oleh Sultan di masa itu memiliki luas mencapai 1000 meter persegi.

Bangunan istana terdiri dari 2 lantai. Tiap lantai dibagi menjadi beberapa bagian. Pada lantai bawah terdapat 6 ruang yakni ruang tunggu yang ditujukan khusus untuk para tamu yang berkunjung untuk menemui sang Sultan.

Kemudian, ruang selanjutnya adalah ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki - laki dan perempuan yang dipisah, serta satu ruang sidang kerajaan yang berada di samping kanan Istana. Ruang ini juga berfungsi sebagai ruang pesta.

Sedangkan ruangan yang berada di lantai atas terdiri dari 9 jenis ruangan. Di lantai dua Istana Siak terdapat ruang istirahat untuk Sultan dan para tamu istana, serta beberapa ruangan lain. Salah satu ornamen khas yang bisa ditemukan di puncak istana adalah patung burung elang.

Jumlah patung ini ada 6 biji yang merupakan simbol keberanian istana. Saat menengok ke bagian luar, pemandangan taman yang luas memenuhi halaman. Terdapat 8 meriam yang disebar di berbagai sisi halaman istana.

Sedangkan di bagian belakang istana sebelah kiri terdapat bangunan kiri yang difungsikan sebagai penjara sementara di kala itu. Sebagai salah satu peninggalan bersejarah di masa Hindia Belanda, istana ini menyimpan kisah perjuangan rakyat melawan penjajah.

Sejarah Istana Siak ini merupakan saksi dari masa kejayaan Islam di wilayah Riau. Di masa - masa kemerdekaan Indonesia, istana ini tetap berdiri kokoh melewati zaman, menjadi saksi dari sejarah masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Istana ini tetap kokoh berdiri hingga sekarang meski telah berusia hingga lebih dari 1 abad. Hal ini disebabkan karena material yang digunakan untuk membangun istana ini merupakan material berkualitas sangat tinggi, sehingga tetap kokoh berdiri meski telah berusia lama.

Dinding istana dibangun menggunakan bahan material yang dilapisi dengan keramik yang didatangkan langsung dari Prancis. Bangunan bersejarah ini tentu sangat layak untuk didatangi bila berkunjung ke Riau. Istana Siak dengan keindahannya merupakan lokasi yang patut untuk dikunjungi.

Deskripsi: Istana Siak merupakan salah satu peninggalan sejarah di Riau yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Istana ini adalah tempat tinggal dari Sultan

0 komentar:

Posting Komentar